September 23, 2018

Siklus Daur Ulang

Selamat datang di era milenial, dimana semua hal harus punya label nama yang jelas, walaupun definisinya kadang masih menjadi perdebatan. Di era ini, kesalahan penyematan label bisa menjadi perkara besar, sepertinya orang-orang senang memiliki embel-embel semacam itu. Environmentalis, Ekstrimis, Humanis, dan berbagai label lainnya. Ini tidak hanya berlaku untuk menjelaskan siapa diri kita berdasarkan nilai-nilai yang kita pegang, namun juga pada apa yang kita kerjakan.

Semua hal nampaknya butuh nama yang jelas.

Mendaur ulang misalnya, yang dalam bahasa inggris adalah recycle, mengalami hal yang sama. Ternyata ada tiga nama untuk menyebut kegiatan daur ulang, recycle saja tidak cukup mewadahi esensi-esensi lain yang ketika ditelusuri memiliki beberapa perbedaan kecil. Dan merangkum segala esensi itu dalam satu kata, recycle, menurut sebagian orang, tidaklah cukup.

Recycle, Upcycle, dan Downcycle. Oh, dan ternyata ada dua lagi, yang baru RnC temukan ketika mengumpulkan informasi tentang tiga nama tadi: precycle  dan e-cycle. Jadi, semuanya ada 5, benar-benar serius perkara label nama ini.

Mari kita terlusuri perbedaan kecil kelimanya.

Pada dasarnya, recycle itu mendaur ulang dengan memanfaatkan barang bekas pakai, dengan begitu, mengurangi konsumsi bahan baku baru. Kurang lebihnya, inilah yang dimaksud dengan memaksimalkan fungsi. Jadi, ketika sesuatu sudah mulai terlihat tidak layak, kreatifitas kita ditantang untuk mengolah kembali barang tersebut agar dapat lebih lama digunakan, untuk tujuan: tidak langsung membuang dan jadi penumpukan di tempat sampah.

Dalam recycle, kemudian muncul 4 aliran: upcycle, downcycle, precycle dan ecycle. Awalnya, antara recycle, upcycle, dan downcycle agak sulit dilihat perbedaannya. Kalau pada intinya adalah mendaur ulang, lalu kenapa harus dipisahkan dalam beberapa kategori? Ternyata menurut sistem penamaan dan label era milenial, ini penting, karena walaupun tujuannya sama, ada syarat krusial yang membedakan kelimanya. Dan lewat nama itu, masing-masing perbedaannya ditegaskan.

Precycle ini lebih kurangnya adalah reduce dan refuse dalam sebuah kesatuan. Precycle adalah memikirkan secara matang apa saja yang akan kita beli, menitik beratkan pada seberapa besar kebutuhan terhadap pada benda itu juga seberapa lama fungsinya bisa dimaksimalkan. Mindful consumption yang bertemu dengan minimalist living, kurang lebih begitu. Dengan memikirkan seberapa jauh fungsi benda tersebut bertahan penggunaanya dalam keseharian, precycle memberikan ruang untuk mendaur ulang dalam tahapan paling awal: hasrat konsumsi itu sendiri.

Kemudian, upcycle. Ini adalah mendaur ulang barang dengan menambah kualitasnya, secara estetika maupun fungsi. Jadi ketika melakukan upcycle, kreatifitas tidak hanya didorong untuk memanfaatkan barang bekas, namun bisa jadi juga untuk menemukan manfaat baru dari barang tersebut. Mendaur ulang yang tidak hanya untuk sekedar memperpanjang fungsi, namun benar-benar mengubah sekaligus menambahkan nilai barang bekas tersebut dengan mempercantiknya.

Tidak jarang, ketika melakukan upcycle, barang bekas yang didaur ulang justru berubah dari fungsi awalnya. Maka dari itu, upcycle lebih menarik sebagian orang daripada down/recycle. Sebab, upcycle mampu memaksimalkan, dengan bukan hanya memperpanjang usia pakai sebuah barang, namun juga memperluas jangkauan fungsinya.

Sedangkan downcycle adalah ketika sebuah benda tidak dapat didaur ulang untuk berfungsi sama dengan fungsi sebelumnya. Contoh yang paling mudah adalah menggunakan pakaian tidak layak pakai untuk lap atau keset kaki. Fungsi sandang yang sebelumnya ada pada pakaian itu menurun, namun tidak begitu saja menjadikannya sampah yang langsung terbuang.

Downcycle juga membuat barang-barang berubah dari bentuk awalnya, seperti upcycle, namun, perubahan ini bukan karena alasan yang sama. ‘Sampah-sampah’ yang melewati proses downcycle biasanya menjadi berkurang nilai karena bahannya yang sudah terpakai ini tidak lagi memiliki tingkat kualitas yang sama seperti sebelumnya.

Selain ketiga hal itu, di beberapa artikel, ada juga pembahasan mengenai e-cycle atau electronic-cycle, yang tentu saja fokus pada jenis e-waste, namun tidak seperti e-mail yang hanya bisa diakses secara digital. E-waste ini tidak berbentuk junk mail digital—walaupun lebih melegakan kalau digital saja, tinggal dihapus, tidak perlu menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir—melainkan sampah dari benda-benda elektronik atau gadget yang kita gunakan. Dari beberapa sumber yang berhasil RnC himpun, e-cycle ini lebih mirip downcycle karena tidak semua bagian dari TV, laptop, telepon genggam, radio, atau alat elektronik lainnya yang kita buang bisa digunakan kembali. Dan jika tidak bisa didaur ulang, segala sampah elektronik ini berakhir di tempat sampah.

Kira-kira begitulah sekilas tentang kelima bagian dari cycles ini, dengan segala perbedaannya. Menurut teman-teman, nama-nama yang berbeda ini perlu atau cukup dengan recycle saja untuk menyebutkan semua jenisnya? Yuk, ngobrol di kolom komentar!

June 11, 2018

Tentang Pameran Karya Pertama!


Pameran Karya Recycle and Craft yang pertama. RnC bikin-bikin beberapa produk dari bahan daur ulang dengan tema Sungguh Futuristic! Kebanyakan nonton film bertema masa depan, kami melihat banyak desain keren, minimalis, hitam putih, dan mengkilap.

Tapi bagaimana jika masa depan kita adalah habisnya sumber daya alam? Kita tidak bisa membuat apa-apa lagi.

Karya-karya RnC kali ini mungkin tidak banyak diminati untuk dipakai generasi sekarang, namun akan menjadi sangat popular di masa depan karena satu-satunya yang tersisa untuk penerus kita adalah sampah-sampah dari generasi saat ini.

Jadi daripada sibuk memperkaya diri agar bisa ikut dalam rombongan pesawat menuju planet lain kelak (karena bumi tak layak huni lagi), mengapa kita tidak sibuk memikirkan dan melakukan sesuatu agar penerus kita tetap bisa menghirup udara segar?

Agar bisa menikmati teduh pohon, berenang di laut jernih, mendapatkan keadilan atas jerih payah pekerjaannya, merasakan kemenangan atas kesetaraan, bersuka cita dan tertawa, dan segala hal yang membuat kita mensyukuri kehidupan yang seimbang?

Sebab RnC percaya lebih baik menyalakan satu lilin daripada hanya mengutuki kegelapan.


Peluk hangat,
Recycle and Craft

May 31, 2018

Artsy Craft Day di Goedang Popsa

Recycle and Craft diundang Eroko yang bekerja sama dengan Goedang Popsa untuk mengadakan Artsy Craft Day "Melukis Tas Tote". Acara ini diselenggarakan selama bulan Ramadhan, setiap akhir pekan. Dan tidak ada yang lebih menyenangkan daripada ngabuburit sambil berkerajinan tangan, waktu berbuka tiba tanpa terasa.










May 13, 2018

Manfaat Seni dan Kerajinan Tangan untuk Anak

Sebagai orang tua, kita paham bahwa beragam aktifitas ini penting untuk perkembangan anak kita, namun agak sulit menjelaskan alasannya. Apa sajakah manfaat seni dan kerajinan tangan untuk anak-anak?

Manfaat Seni dan Kerajinan Tangan untuk Anak

Berikut adalah daftar dari manfaat hebat seni dan kerajinan tangan untuk anak:

Kesenian dan Kerajinan Tangan Meningkatkan Kemampuan Koordinasi Anak

Seni dan kerajinan tangan pada umumnya melibatkan anak-anak untuk bekerja dengan tangan mereka, dan mengerjakan hal-hal tertentu dengan kedua tangan mereka. Hal ini membantu mereka mengembangkan kemampuan koordinasi bilateral dan gerak motorik, yang membantu anak-anak belajar dan terbiasa pada ragam aktifitas lain seperti berpakaian, mandi, mengikat tali sepatu, dan hal-hal lainnya. Juga membantu mereka dalam kegiatan olahraga ketika mereka mulai menekuni di usia tertentu, nantinya.

Kesenian dan Kerajinan Tangan Mengasah Gerak Motorik Anak

Kemampuan motorik yang baik bukanlah pergerakan yang sepele. Ketika anak mengambil barang-barang berukuran kecil, mengangkat garpu atau sendok, atau memegang pulpen atau pensil untuk menggambar, anak Anda sedang membangun kemampuan motorik yang baik. Dan dengan warna-warna, membuat sesuatu dengan kerajinan tangan di sekolah maupun membuat karya seni dengan macaroni dan lem, sesungguhnya anak Anda sedang meningkatkan kemampuan motoriknya.


Kesenian dan Kerajinan Tangan Membantu Kemampuan Proses Visual Anak

Anda memahami pola, warna, dan kemustahilan fisik tanpa kesulitan. Ini terjadi karena ketika Anda mengerjakan sebuah karya kerajinan tangan dan kegiatan kreatif lainnya yang Anda lakukan ketika masih kanak-kanak, Anda mengembangkan kemampuan proses visual Anda. Pengembangan kognitif ini sangat penting pada masa-masa awal pertumbuhan anak Anda. Dan ketika membantu putri kecil Anda membuat mahkota dari kertas seraya memperkuat inagatan mereka pada nama-nama benda dan mengidentifikasi warna-warna, dan objek dasar, Anda mendorong kemampuan kapabilitas visual anak baik di usia mereka sekarang hingga nanti ketika mereka dewasa.

Kesenian dan Kerajinan Tangan Memajukan Fungsi Eksekutif

Maksudnya bukan merujuk pada kemampuan anak Anda untuk menjadi CEO di perusahaan Fortune 500. Setidaknya belum sekarang. Fungsi eksekutif di sini adalah kemampuan untuk fokus, pengontrolan kehendak, dan menggunakan ingatan aktif. Seluruh skill itu didorong secara efektif ketika anak bermain dengan krayon, kertas kriya, gunting dan lem, serta quality time bersama anak. Kemampuan ini memandu anak pada tindakan-tindakan terencana, dan hal itu dapat menjadi acuan bagi kesuksesannya dalam bidang profesional dan akademik untuknya kelak.


Kesenian dan Kerajinan Tangan Dapat Melejitkan Penghargaan Diri

Salah satu dari tahapan penting pada perkembangan anak adalah ketika usia balita mereka belajar untuk nyaman menjadi diri mereka sendiri. Kesenian dan kerajinan tangan memberdayakan mereka dengan respon emosional yang positif pada kegiatan belajarnya. Anak mengerti bahwa mereka berkreasi dengan sesuatu, dan ketika Anda menyemangati dan mendorong mereka pada kegiatan kreatif semacam ini, anak akan menikmati rasanya bangga terhadap dirinya sendiri.

Kesenian dan Kerajinan Tangan  Mengajarkan Anak untuk Mengekspresikan Diri

Kesenian dan kerajinan tangan adalah cara yang menyenangkan untuk memberikan ruang pada anak-anak utuk mengekspresikan dirinya, sebagaimana mereka cenderung sangat visual terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya, maupun dalam imajinasinya. Untuk anak-anak yang pemalu dan pendiam, orang tua justru memiliki alasan lebih untuk menyemangati mereka dalam berkarya melalui kegiatan seni dan kerajinan tangan, karena melalui kegiatan semacam ini, orang tua dapat melihat lebih dalam apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dialami sang anak.

Kesenian dan Kerajinan Tangan  Mendorong Kreatifitas

Imajinasi anak tidak memiliki batasan, maka melalui seni dan kerajinan tangan, anak dapat menjelajahi imajinasi mereka dan mentrasformasikan itu pada sesuatu yang produktif. Seni dan kerajinan tangan mendorong anak-ana untuk jadi lebih kreatif dan inovatif, yang tentu saja dapat memelihara bakat kreatif lainnya secara luas.


Kesenian dan Kerajinan Tangan  adalah Kegiatan yang Fleksibel

Seni dan kerajinan tangan adalah aktifitas yang bisa dilakukan sendiri, maupun dengan pengawasan, jadi anak-anak dapat melakukannya kapanpun mereka ingin. Kegiatan ini juga dapat menjadi aktifitas yang menguatkan hubungan antara anak Anda dengan teman sebayanya, atau antara Anda dan anak, juga dapat menjadi hobi yang dapat mereka kerjakan ketika mereka ingin menghibur diri sendiri atau ketika tidak ada teman yang bisa mereka ajak bermain.

Segala manfaat ini seharusnya sudah membuat Anda yakin bahwa sangat penting untuk mendorong anak Anda dalam kegiatan seni dan kerajinan tangan dan menjadikannya hobi. Jadi, jangan ragu untuk menyediakan bahan-bahan yang dapat mereka gunakan untuk projek kesenian mereka, dan lebih baik lagi jika Anda ikut terlibat di dalamnya. Bahan-bahan ini sangat terjangkau, juga merupakan investasi yang layak. Siapa yang tahu, kalau Anda punya Picasso kecil yang sedang tumbuh dan berkembang di rumah sendiri.



Artikel ini disadur dari laman blog Mommy Evolution, dan diterjemahkan oleh Recycle and Craft.

March 27, 2018

Aksi Kolektif Hari Perempuan Internasional

Selalu menyenangkan ketika mendapat undangan untuk mengisi stan di acara-acara yang mengusung tema yang penting untuk didukung.


RnC diundang untuk mengisi stan craft di acara Aksi Kolektif dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2018 yang diselenggarakan oleh Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) Makassar. Ada bincang-bincang sekaligus deklarasi dukungan terhadap pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, dan diskusi beserta pemutaran film Posesif yang dibintangi Adipati Dolken dan Putri Marino.


Tidak banyak yang disiapkan, merangkap sebagai tim dekor acara, RnC jadi lebih fokus untuk mempersiapkan ornamen dan menghias lokasi. Jadi kurang maksimal dalam mempersiapkan stan sendiri. Tapi RnC cukup puas dengan partisipasi dan keseluruhan acara, dan juga, selalu ingat fokus utama: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.


Acaranya menarik dan fokus pada pembahasan yang diusung dalam tema. Sebagian besar pengunjung acara adalah perempuan, dan menurut RnC ini adalah sebuah respon positif mengingat kebanyakan korban dari kekerasan seksual adalah perempuan. Keterlibatan mereka dalam acara semacam ini akan sangat membantu dalam memperluas informasi dan pengetahuan mengenai kekerasan seksual.


Sudut stan craft di acara Aksi Kolektif memang tidak banyak, namun turut meramaikan dan berbagi kesenangan melalui kegiatan kerajinan tangan rasanya cukup berarti.


Pilihan lokasi acara di Benteng Rotterdam membawa atmosfir acara dan suasana hati para pengunjung menjadi santai, karena berlangsung di luar ruangan. Susunan acara juga memungkinkan pengunjung untuk duduk-duduk santai di sudut-sudut lokasi acara, namun tetap bisa membawa fokus acara ke panggung utama. Sehingga perbincangan utama dalam acara ini tetap pada jalurnya.


Setiap titik di lokasi acara disesuaikan dengan topik-topik yang dibahas dalam tema utama. Seperti di sudut kiri panggung utama ini, berbagai macam stan tentang cara pencegahan kekerasan seksual berdiri, untuk membantu para pengunjung acara dalam memahami dan mengenal tahap-tahap penting yang dapat diusahakan untuk mencegah kekerasan seksual.

Keterlibatan RnC sendiri pada dasarnya adalah bentuk dukungan pada pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Selain itu, RnC ingin terlibat dalam perbincangan mengenai ini, walau dalam porsi yang paling kecil: sebagai pendengar. Dan tidak salah, dengan menjadi bagian dari acara ini, RnC bertemu dengan banyak komunitas-komunitas yang bergerak di bidang sosial, yang belum pernah RnC dengar sebelumnya. Selalu ada hal baru yang menarik untuk dilihat. Dan semoga energi positif kolaboratif semacam ini, bisa selalu terjaga.

Bagi yang ingin mengetahui tentang keseluruhan Aksi Kolektif ini, berita mengenai acara bisa dibaca di sini.


Peluk hangat,

Recycle and Craft

March 01, 2018

Ada Kelas Baru?

Penyakit yang sering menjangkit: membuat jeda yang cukup panjang untuk kembali nge-blog, sampai canggung sendiri ketika memulai kembali.

Kali ini, untuk memulai percikan semangat, tulisannya agak pendek, hanya sebuah pengumuman saja. Ada yang baru nih, dari RnC. Bukan hal yang signifikan, tapi tidak apa-apa kalau mau penasaran.

Jadi, selama ini RnC selalu menggunakan nama Recycle and Craft Day untuk semua kelas-kelas craft maupun daur ulang, bukan begitu? Karena ya memang, kalau mendaur ulang pastilah bentuk kerajinan tangan. Tapi, kadang, di tengah perjalanan, ada saja hal baru yang bermunculan. RnC mengalaminya juga, baru-baru ini. Setelah menghabiskan cukup waktu memikirkan arah dan tujuan perubahan ini, maka bulatlah sebuah keputusan. Dan sekarang, RnC akan memperkenalkan pada perubahan itu.

Perubahannya adalah, RnC punya nama baru untuk kelas craft yang tidak mendaur-ulang.


Artsy Crafty Day, kelas-kelas craft dimana tidak ada proses daur ulang di dalamnya. Iya, bukan perubahan signifikan memang, hanya menempatkan ini dan itu di tempat yang lebih sesuai saja. Juga untuk menegaskan bahwa ada dua hal dalam Recycle and Craft; recycle dan craft. Karena mendaur ulang adalah kerajinan tangan, mau tidak mau "craft" di nama RnC hanya terdengar seperti bagian dari "recycle" yang ada di depannya.

RnC senang mendaur ulang, tapi ada kalanya beberapa kelas craft yang diadakan memang tidak menyulap barang bekas supaya bisa digunakan kembali. Di beberapa kelas, RnC sepenuhnya menggunakan bahan-bahan yang baru, dan kadang, alat yang baru. Untuk itu, jika menggunakan Recycle and Craft Day untuk semua kelas craft RnC, rasanya agak janggal ketika kelasnya sama sekali tidak mendaur ulang. RnC tidak suka yang janggal, hanya suka angka ganjil supaya bisa menggenapkan. Artsy Crafty Day ini, bukan ingin mengurangi porsi kelas daur ulang apalagi mengkhianati jati diri, itu tidak terjangkau dan RnC lebih suka segala hal yang bisa digapai.

Tulisan ini sudah mulai kemana-mana, catatan untuk diri sendiri: canggung nge-blog tidak boleh jadi kebiasaan.

Sepertinya itu dulu, notifikasi dari RnC. Jadi kalau lihat hastag baru di postingan sosial media RnC, #ArtsyCraftyDay, you guys know what's going on. Everything else stays the same, at least for now. But we won't leave you behind if there's any changes to tell.



Peluk Hangat,
Recycle and Craft.