September 23, 2018

Siklus Daur Ulang

Selamat datang di era milenial, dimana semua hal harus punya label nama yang jelas, walaupun definisinya kadang masih menjadi perdebatan. Di era ini, kesalahan penyematan label bisa menjadi perkara besar, sepertinya orang-orang senang memiliki embel-embel semacam itu. Environmentalis, Ekstrimis, Humanis, dan berbagai label lainnya. Ini tidak hanya berlaku untuk menjelaskan siapa diri kita berdasarkan nilai-nilai yang kita pegang, namun juga pada apa yang kita kerjakan.

Semua hal nampaknya butuh nama yang jelas.

Mendaur ulang misalnya, yang dalam bahasa inggris adalah recycle, mengalami hal yang sama. Ternyata ada tiga nama untuk menyebut kegiatan daur ulang, recycle saja tidak cukup mewadahi esensi-esensi lain yang ketika ditelusuri memiliki beberapa perbedaan kecil. Dan merangkum segala esensi itu dalam satu kata, recycle, menurut sebagian orang, tidaklah cukup.

Recycle, Upcycle, dan Downcycle. Oh, dan ternyata ada dua lagi, yang baru RnC temukan ketika mengumpulkan informasi tentang tiga nama tadi: precycle  dan e-cycle. Jadi, semuanya ada 5, benar-benar serius perkara label nama ini.

Mari kita terlusuri perbedaan kecil kelimanya.

Pada dasarnya, recycle itu mendaur ulang dengan memanfaatkan barang bekas pakai, dengan begitu, mengurangi konsumsi bahan baku baru. Kurang lebihnya, inilah yang dimaksud dengan memaksimalkan fungsi. Jadi, ketika sesuatu sudah mulai terlihat tidak layak, kreatifitas kita ditantang untuk mengolah kembali barang tersebut agar dapat lebih lama digunakan, untuk tujuan: tidak langsung membuang dan jadi penumpukan di tempat sampah.

Dalam recycle, kemudian muncul 4 aliran: upcycle, downcycle, precycle dan ecycle. Awalnya, antara recycle, upcycle, dan downcycle agak sulit dilihat perbedaannya. Kalau pada intinya adalah mendaur ulang, lalu kenapa harus dipisahkan dalam beberapa kategori? Ternyata menurut sistem penamaan dan label era milenial, ini penting, karena walaupun tujuannya sama, ada syarat krusial yang membedakan kelimanya. Dan lewat nama itu, masing-masing perbedaannya ditegaskan.

Precycle ini lebih kurangnya adalah reduce dan refuse dalam sebuah kesatuan. Precycle adalah memikirkan secara matang apa saja yang akan kita beli, menitik beratkan pada seberapa besar kebutuhan terhadap pada benda itu juga seberapa lama fungsinya bisa dimaksimalkan. Mindful consumption yang bertemu dengan minimalist living, kurang lebih begitu. Dengan memikirkan seberapa jauh fungsi benda tersebut bertahan penggunaanya dalam keseharian, precycle memberikan ruang untuk mendaur ulang dalam tahapan paling awal: hasrat konsumsi itu sendiri.

Kemudian, upcycle. Ini adalah mendaur ulang barang dengan menambah kualitasnya, secara estetika maupun fungsi. Jadi ketika melakukan upcycle, kreatifitas tidak hanya didorong untuk memanfaatkan barang bekas, namun bisa jadi juga untuk menemukan manfaat baru dari barang tersebut. Mendaur ulang yang tidak hanya untuk sekedar memperpanjang fungsi, namun benar-benar mengubah sekaligus menambahkan nilai barang bekas tersebut dengan mempercantiknya.

Tidak jarang, ketika melakukan upcycle, barang bekas yang didaur ulang justru berubah dari fungsi awalnya. Maka dari itu, upcycle lebih menarik sebagian orang daripada down/recycle. Sebab, upcycle mampu memaksimalkan, dengan bukan hanya memperpanjang usia pakai sebuah barang, namun juga memperluas jangkauan fungsinya.

Sedangkan downcycle adalah ketika sebuah benda tidak dapat didaur ulang untuk berfungsi sama dengan fungsi sebelumnya. Contoh yang paling mudah adalah menggunakan pakaian tidak layak pakai untuk lap atau keset kaki. Fungsi sandang yang sebelumnya ada pada pakaian itu menurun, namun tidak begitu saja menjadikannya sampah yang langsung terbuang.

Downcycle juga membuat barang-barang berubah dari bentuk awalnya, seperti upcycle, namun, perubahan ini bukan karena alasan yang sama. ‘Sampah-sampah’ yang melewati proses downcycle biasanya menjadi berkurang nilai karena bahannya yang sudah terpakai ini tidak lagi memiliki tingkat kualitas yang sama seperti sebelumnya.

Selain ketiga hal itu, di beberapa artikel, ada juga pembahasan mengenai e-cycle atau electronic-cycle, yang tentu saja fokus pada jenis e-waste, namun tidak seperti e-mail yang hanya bisa diakses secara digital. E-waste ini tidak berbentuk junk mail digital—walaupun lebih melegakan kalau digital saja, tinggal dihapus, tidak perlu menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir—melainkan sampah dari benda-benda elektronik atau gadget yang kita gunakan. Dari beberapa sumber yang berhasil RnC himpun, e-cycle ini lebih mirip downcycle karena tidak semua bagian dari TV, laptop, telepon genggam, radio, atau alat elektronik lainnya yang kita buang bisa digunakan kembali. Dan jika tidak bisa didaur ulang, segala sampah elektronik ini berakhir di tempat sampah.

Kira-kira begitulah sekilas tentang kelima bagian dari cycles ini, dengan segala perbedaannya. Menurut teman-teman, nama-nama yang berbeda ini perlu atau cukup dengan recycle saja untuk menyebutkan semua jenisnya? Yuk, ngobrol di kolom komentar!

June 11, 2018

Tentang Pameran Karya Pertama!


Pameran Karya Recycle and Craft yang pertama. RnC bikin-bikin beberapa produk dari bahan daur ulang dengan tema Sungguh Futuristic! Kebanyakan nonton film bertema masa depan, kami melihat banyak desain keren, minimalis, hitam putih, dan mengkilap.

Tapi bagaimana jika masa depan kita adalah habisnya sumber daya alam? Kita tidak bisa membuat apa-apa lagi.

Karya-karya RnC kali ini mungkin tidak banyak diminati untuk dipakai generasi sekarang, namun akan menjadi sangat popular di masa depan karena satu-satunya yang tersisa untuk penerus kita adalah sampah-sampah dari generasi saat ini.

Jadi daripada sibuk memperkaya diri agar bisa ikut dalam rombongan pesawat menuju planet lain kelak (karena bumi tak layak huni lagi), mengapa kita tidak sibuk memikirkan dan melakukan sesuatu agar penerus kita tetap bisa menghirup udara segar?

Agar bisa menikmati teduh pohon, berenang di laut jernih, mendapatkan keadilan atas jerih payah pekerjaannya, merasakan kemenangan atas kesetaraan, bersuka cita dan tertawa, dan segala hal yang membuat kita mensyukuri kehidupan yang seimbang?

Sebab RnC percaya lebih baik menyalakan satu lilin daripada hanya mengutuki kegelapan.


Peluk hangat,
Recycle and Craft

May 31, 2018

Artsy Craft Day di Goedang Popsa

Recycle and Craft diundang Eroko yang bekerja sama dengan Goedang Popsa untuk mengadakan Artsy Craft Day "Melukis Tas Tote". Acara ini diselenggarakan selama bulan Ramadhan, setiap akhir pekan. Dan tidak ada yang lebih menyenangkan daripada ngabuburit sambil berkerajinan tangan, waktu berbuka tiba tanpa terasa.










May 13, 2018

Manfaat Seni dan Kerajinan Tangan untuk Anak

Sebagai orang tua, kita paham bahwa beragam aktifitas ini penting untuk perkembangan anak kita, namun agak sulit menjelaskan alasannya. Apa sajakah manfaat seni dan kerajinan tangan untuk anak-anak?

Manfaat Seni dan Kerajinan Tangan untuk Anak

Berikut adalah daftar dari manfaat hebat seni dan kerajinan tangan untuk anak:

Kesenian dan Kerajinan Tangan Meningkatkan Kemampuan Koordinasi Anak

Seni dan kerajinan tangan pada umumnya melibatkan anak-anak untuk bekerja dengan tangan mereka, dan mengerjakan hal-hal tertentu dengan kedua tangan mereka. Hal ini membantu mereka mengembangkan kemampuan koordinasi bilateral dan gerak motorik, yang membantu anak-anak belajar dan terbiasa pada ragam aktifitas lain seperti berpakaian, mandi, mengikat tali sepatu, dan hal-hal lainnya. Juga membantu mereka dalam kegiatan olahraga ketika mereka mulai menekuni di usia tertentu, nantinya.

Kesenian dan Kerajinan Tangan Mengasah Gerak Motorik Anak

Kemampuan motorik yang baik bukanlah pergerakan yang sepele. Ketika anak mengambil barang-barang berukuran kecil, mengangkat garpu atau sendok, atau memegang pulpen atau pensil untuk menggambar, anak Anda sedang membangun kemampuan motorik yang baik. Dan dengan warna-warna, membuat sesuatu dengan kerajinan tangan di sekolah maupun membuat karya seni dengan macaroni dan lem, sesungguhnya anak Anda sedang meningkatkan kemampuan motoriknya.


Kesenian dan Kerajinan Tangan Membantu Kemampuan Proses Visual Anak

Anda memahami pola, warna, dan kemustahilan fisik tanpa kesulitan. Ini terjadi karena ketika Anda mengerjakan sebuah karya kerajinan tangan dan kegiatan kreatif lainnya yang Anda lakukan ketika masih kanak-kanak, Anda mengembangkan kemampuan proses visual Anda. Pengembangan kognitif ini sangat penting pada masa-masa awal pertumbuhan anak Anda. Dan ketika membantu putri kecil Anda membuat mahkota dari kertas seraya memperkuat inagatan mereka pada nama-nama benda dan mengidentifikasi warna-warna, dan objek dasar, Anda mendorong kemampuan kapabilitas visual anak baik di usia mereka sekarang hingga nanti ketika mereka dewasa.

Kesenian dan Kerajinan Tangan Memajukan Fungsi Eksekutif

Maksudnya bukan merujuk pada kemampuan anak Anda untuk menjadi CEO di perusahaan Fortune 500. Setidaknya belum sekarang. Fungsi eksekutif di sini adalah kemampuan untuk fokus, pengontrolan kehendak, dan menggunakan ingatan aktif. Seluruh skill itu didorong secara efektif ketika anak bermain dengan krayon, kertas kriya, gunting dan lem, serta quality time bersama anak. Kemampuan ini memandu anak pada tindakan-tindakan terencana, dan hal itu dapat menjadi acuan bagi kesuksesannya dalam bidang profesional dan akademik untuknya kelak.


Kesenian dan Kerajinan Tangan Dapat Melejitkan Penghargaan Diri

Salah satu dari tahapan penting pada perkembangan anak adalah ketika usia balita mereka belajar untuk nyaman menjadi diri mereka sendiri. Kesenian dan kerajinan tangan memberdayakan mereka dengan respon emosional yang positif pada kegiatan belajarnya. Anak mengerti bahwa mereka berkreasi dengan sesuatu, dan ketika Anda menyemangati dan mendorong mereka pada kegiatan kreatif semacam ini, anak akan menikmati rasanya bangga terhadap dirinya sendiri.

Kesenian dan Kerajinan Tangan  Mengajarkan Anak untuk Mengekspresikan Diri

Kesenian dan kerajinan tangan adalah cara yang menyenangkan untuk memberikan ruang pada anak-anak utuk mengekspresikan dirinya, sebagaimana mereka cenderung sangat visual terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya, maupun dalam imajinasinya. Untuk anak-anak yang pemalu dan pendiam, orang tua justru memiliki alasan lebih untuk menyemangati mereka dalam berkarya melalui kegiatan seni dan kerajinan tangan, karena melalui kegiatan semacam ini, orang tua dapat melihat lebih dalam apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dialami sang anak.

Kesenian dan Kerajinan Tangan  Mendorong Kreatifitas

Imajinasi anak tidak memiliki batasan, maka melalui seni dan kerajinan tangan, anak dapat menjelajahi imajinasi mereka dan mentrasformasikan itu pada sesuatu yang produktif. Seni dan kerajinan tangan mendorong anak-ana untuk jadi lebih kreatif dan inovatif, yang tentu saja dapat memelihara bakat kreatif lainnya secara luas.


Kesenian dan Kerajinan Tangan  adalah Kegiatan yang Fleksibel

Seni dan kerajinan tangan adalah aktifitas yang bisa dilakukan sendiri, maupun dengan pengawasan, jadi anak-anak dapat melakukannya kapanpun mereka ingin. Kegiatan ini juga dapat menjadi aktifitas yang menguatkan hubungan antara anak Anda dengan teman sebayanya, atau antara Anda dan anak, juga dapat menjadi hobi yang dapat mereka kerjakan ketika mereka ingin menghibur diri sendiri atau ketika tidak ada teman yang bisa mereka ajak bermain.

Segala manfaat ini seharusnya sudah membuat Anda yakin bahwa sangat penting untuk mendorong anak Anda dalam kegiatan seni dan kerajinan tangan dan menjadikannya hobi. Jadi, jangan ragu untuk menyediakan bahan-bahan yang dapat mereka gunakan untuk projek kesenian mereka, dan lebih baik lagi jika Anda ikut terlibat di dalamnya. Bahan-bahan ini sangat terjangkau, juga merupakan investasi yang layak. Siapa yang tahu, kalau Anda punya Picasso kecil yang sedang tumbuh dan berkembang di rumah sendiri.



Artikel ini disadur dari laman blog Mommy Evolution, dan diterjemahkan oleh Recycle and Craft.

March 27, 2018

Aksi Kolektif Hari Perempuan Internasional

Selalu menyenangkan ketika mendapat undangan untuk mengisi stan di acara-acara yang mengusung tema yang penting untuk didukung.


RnC diundang untuk mengisi stan craft di acara Aksi Kolektif dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2018 yang diselenggarakan oleh Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) Makassar. Ada bincang-bincang sekaligus deklarasi dukungan terhadap pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, dan diskusi beserta pemutaran film Posesif yang dibintangi Adipati Dolken dan Putri Marino.


Tidak banyak yang disiapkan, merangkap sebagai tim dekor acara, RnC jadi lebih fokus untuk mempersiapkan ornamen dan menghias lokasi. Jadi kurang maksimal dalam mempersiapkan stan sendiri. Tapi RnC cukup puas dengan partisipasi dan keseluruhan acara, dan juga, selalu ingat fokus utama: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.


Acaranya menarik dan fokus pada pembahasan yang diusung dalam tema. Sebagian besar pengunjung acara adalah perempuan, dan menurut RnC ini adalah sebuah respon positif mengingat kebanyakan korban dari kekerasan seksual adalah perempuan. Keterlibatan mereka dalam acara semacam ini akan sangat membantu dalam memperluas informasi dan pengetahuan mengenai kekerasan seksual.


Sudut stan craft di acara Aksi Kolektif memang tidak banyak, namun turut meramaikan dan berbagi kesenangan melalui kegiatan kerajinan tangan rasanya cukup berarti.


Pilihan lokasi acara di Benteng Rotterdam membawa atmosfir acara dan suasana hati para pengunjung menjadi santai, karena berlangsung di luar ruangan. Susunan acara juga memungkinkan pengunjung untuk duduk-duduk santai di sudut-sudut lokasi acara, namun tetap bisa membawa fokus acara ke panggung utama. Sehingga perbincangan utama dalam acara ini tetap pada jalurnya.


Setiap titik di lokasi acara disesuaikan dengan topik-topik yang dibahas dalam tema utama. Seperti di sudut kiri panggung utama ini, berbagai macam stan tentang cara pencegahan kekerasan seksual berdiri, untuk membantu para pengunjung acara dalam memahami dan mengenal tahap-tahap penting yang dapat diusahakan untuk mencegah kekerasan seksual.

Keterlibatan RnC sendiri pada dasarnya adalah bentuk dukungan pada pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Selain itu, RnC ingin terlibat dalam perbincangan mengenai ini, walau dalam porsi yang paling kecil: sebagai pendengar. Dan tidak salah, dengan menjadi bagian dari acara ini, RnC bertemu dengan banyak komunitas-komunitas yang bergerak di bidang sosial, yang belum pernah RnC dengar sebelumnya. Selalu ada hal baru yang menarik untuk dilihat. Dan semoga energi positif kolaboratif semacam ini, bisa selalu terjaga.

Bagi yang ingin mengetahui tentang keseluruhan Aksi Kolektif ini, berita mengenai acara bisa dibaca di sini.


Peluk hangat,

Recycle and Craft

March 01, 2018

Ada Kelas Baru?

Penyakit yang sering menjangkit: membuat jeda yang cukup panjang untuk kembali nge-blog, sampai canggung sendiri ketika memulai kembali.

Kali ini, untuk memulai percikan semangat, tulisannya agak pendek, hanya sebuah pengumuman saja. Ada yang baru nih, dari RnC. Bukan hal yang signifikan, tapi tidak apa-apa kalau mau penasaran.

Jadi, selama ini RnC selalu menggunakan nama Recycle and Craft Day untuk semua kelas-kelas craft maupun daur ulang, bukan begitu? Karena ya memang, kalau mendaur ulang pastilah bentuk kerajinan tangan. Tapi, kadang, di tengah perjalanan, ada saja hal baru yang bermunculan. RnC mengalaminya juga, baru-baru ini. Setelah menghabiskan cukup waktu memikirkan arah dan tujuan perubahan ini, maka bulatlah sebuah keputusan. Dan sekarang, RnC akan memperkenalkan pada perubahan itu.

Perubahannya adalah, RnC punya nama baru untuk kelas craft yang tidak mendaur-ulang.


Artsy Crafty Day, kelas-kelas craft dimana tidak ada proses daur ulang di dalamnya. Iya, bukan perubahan signifikan memang, hanya menempatkan ini dan itu di tempat yang lebih sesuai saja. Juga untuk menegaskan bahwa ada dua hal dalam Recycle and Craft; recycle dan craft. Karena mendaur ulang adalah kerajinan tangan, mau tidak mau "craft" di nama RnC hanya terdengar seperti bagian dari "recycle" yang ada di depannya.

RnC senang mendaur ulang, tapi ada kalanya beberapa kelas craft yang diadakan memang tidak menyulap barang bekas supaya bisa digunakan kembali. Di beberapa kelas, RnC sepenuhnya menggunakan bahan-bahan yang baru, dan kadang, alat yang baru. Untuk itu, jika menggunakan Recycle and Craft Day untuk semua kelas craft RnC, rasanya agak janggal ketika kelasnya sama sekali tidak mendaur ulang. RnC tidak suka yang janggal, hanya suka angka ganjil supaya bisa menggenapkan. Artsy Crafty Day ini, bukan ingin mengurangi porsi kelas daur ulang apalagi mengkhianati jati diri, itu tidak terjangkau dan RnC lebih suka segala hal yang bisa digapai.

Tulisan ini sudah mulai kemana-mana, catatan untuk diri sendiri: canggung nge-blog tidak boleh jadi kebiasaan.

Sepertinya itu dulu, notifikasi dari RnC. Jadi kalau lihat hastag baru di postingan sosial media RnC, #ArtsyCraftyDay, you guys know what's going on. Everything else stays the same, at least for now. But we won't leave you behind if there's any changes to tell.



Peluk Hangat,
Recycle and Craft.

December 07, 2017

Kampung Literasi Wesabbe


Sejak bulan Mei 2017, Katakerja, Kedai Buku Jenny, dan Cafe Dialektika bersama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama membentuk Kampung Literasi Wesabbe. Sebuah ruang bersama warga, komunitas, dan penggiat literasi untuk mewujudkan masyarakat yang melek akan budaya baca. Berlokasi di Wesabbe, sebuah kompleks perumahan di daerah Tamalanrea Makassar.

Recycle and Craft turut berpartisipasi di acara ini, mengisi kelas-kelas craft dan Daur Ulang bersama Harnita Rahman. Kebanyakan kelas-kelas craft ini diperuntukkan untuk anak-anak, dan biasa dilakukan pada hari minggu. Mengisi akhir pekan bersama kreatifitas dan warna-warna adalah sebaik-baiknya persiapan memasuki hari senin.

Untuk membaca lebih lanjut mengenai Kampung Literasi Wesabbe, kunjungi ini, dan ini, atau tonton di sini.



Salam hangat,

Recycle and Craft

October 03, 2017

Gantungan Kunci Bersama


Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melakukan kegiatan bersama teman-teman. Maka, ketika RnC diajak bergabung untuk mengisi acara September Ceria, membuat kerajinan tangan andalan, gantungan kunci dari tutup botol bekas, RnC begitu bersemangat. Acara ini digagas oleh teman-teman yang juga mendukung kegiatan RnC sejak awal terbentuk, jadi RnC dengan senang hati hadir, turut meramaikan.


Panitia September Ceria memilih Rumata Art Space sebagai tempat acara dan memilih akhir pekan terakhir di bulan September 2017, pada tanggal 29 dan 30. Dan berbagai macam pelapak dengan barang dagangannya hadir. Juga komunitas yang memenuhi Reading Area sebagai titik bersantai. Jajanan juga tidak ketinggalan, bersiap menanti tenggorokan yang haus dan perut yang lapar. Dan penampil-penampil yang menghibur di akhir acara setiap malamnya. Tidak lupa, rangkaian acara utama, diskusi bersama Herry Sutresna, membahas Ekonomi Kreatif. Ramai!


Workshop Gantungan Kunci RnC kedatangan peserta-peserta cilik, yang sangat antusias walau jumlah mereka tidak seberapa. Kelompok kecil RnC berkonsentrasi demi gantungan kunci di ruang pameran Rumata Art Space, di hari kedua, hari minggu. Menggunting, menjahit, dan menempel, dan setelahnya, adik-adik ini kembali berlarian dan bermain di luar dengan gantungan kunci di genggaman.

May 28, 2017

Zero Waste Life

Pernah dengar Zero Waste? Ini adalah adik bungsu Handmade dan Recycle, Reduce, and Reuse. Lahir dari ayah Do It Yourself dan Ibu Handicraft, ketiga saudara ini hidup dengan menjalankan petuah orang tua mereka untuk tidak pernah mengkhianati nilai-nilai keluarga; melakukan dan mengolah segalanya sendiri.
Gambar diambil di sini.
Zero Waste sendiri, sebagai anggota keluarga yang paling muda, lahir di zaman ketika Ayah, Ibu, dan kakak-kakaknya sudah begitu mapan sebagai sebuah gaya hidup. Seperti banyaknya anak-anak yang lahir dengan melihat contoh generasi sebelumnya, tidak hanya satu tapi beberapa generasi, mereka selalu belajar sesuatu dari bentuk kemapanan yang lahir sebelum mereka.

Dengan jiwa muda dan hasrat pembaharuan, Zero Waste tumbuh besar dengan ide yang berkembang dari apa yang telah diperjuangkan anggota keluarganya. Berbeda dengan Kakak Sulungnya, Handmade, yang menolak gaya hidup industri besar yang kadang mempekerjakan anak-anak di bawah umur atau menggaji karyawannya dengan tidak adil atas porsi dan jam kerja, atau si anak tengah yang selalu berusaha memperpanjang fungsi dari sesuatu dengan mendaur ulang dan memanfaatkan kembali, Zero Waste mengambil langkah yang lebih ekstrem: mengontrol sepenuhnya kesadaran akan sampah yang dihasilkan. Menekan jumlah sampah hingga di titik terendah: zero!

Bagaimana melakukan Zero Waste Life ini?

RnC menemukan video yang diunggah TED Talk di Youtube. Perbincangan mengenai Zero Waste Life yang dibawakan Lauren Singer, Penulis di Blog Trash is for Tossers, yang menjadi awal pengenalan RnC terhadap Zero Waste Lifestyle. RnC mengutip langkah-langkah yang dijabarkan Lauren ketika dia memulai petualangannya bersama Zero Waste. Untuk mengerti sesuatu, ada baiknya mencoba memahami bagaimana cara ia bekerja. Dan di video ini, Lauren menjelaskan dengan sangat rapi mengenai langkah-langkah yang dia lakukan untuk menghasilkan sampah hanya dalam satu stoples kecil.

Apa saja cara-cara itu?
  • Berhenti membeli makanan berkemasan.
Lauren menjelaskan, ini tahapan pertama semenjak memutuskan untuk menjalankan gaya hidup si anak Bungsu Ibu Handicraft, adalah membawa wadah atau stoplesnya sendiri setiap kali dia ingin berbelanja. Dia juga berhenti berbelanja di supermarket, karena iya, semua yang dibeli di sana harus menggunakan pembungkus. Sebagai gantinya, dia berbelanja di pasar tradisional dengan tentu saja menyimpan semua belanjaannya di tas belanja yang dia bawa dari rumah. Jiwa sang Ayah agak kental di sini dengan sedikit perubahan: Bring It Yourself (it dibaca: kantung belanjaan).
  • Membuat produk sendiri.
Ini mungkin agak sedikit sulit dibandingkan memilih mengganti tempat berbelanja sayuran. Lauren bercerita, ketika produk-produk kecantikan dan kebersihan yang dia gunakan mulai habis, dia segera mencari cara bagaimana membuat produk yang dia butuhkan. Ini dilakukannya secara bertahap sampai akhirnya semua yang dia gunakan adalah produk yang dia buat sendiri. Kakak Sulung sepertinya sangat berpengaruh di tahap ini: handmade is how it made.

Oh, masker dari buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah bisa jadi langkah awal!
  • Membeli barang-barang bekas.
Berhenti membelanjakan uang di toko-toko berlampu-lampu mengkilap dengan manekin yang memajang garmen tercantik di sana. Lauren berpendapat, bahwa dengan berhenti membeli barang-barang baru, artinya dia tidak sedang menciptakan calon-calon sampah baru. Kakak kedua, Recycle and Reuse mengambil bagian dari perluasan ide ini bagi Zero Waste.
  • Membuang yang tidak diperlukan.
"I focus on having only the things truly necessary that I really needed”. Menurut pengakuan Lauren, ini adalah proses yang sulit, karena dia memiliki ikatan emosional dengan barang-barang yang dia miliki. Duh, barang-barang berharga hadiah wisuda dari teman teman, dan hadiah hari jadi dari kekasih hati, sepertinya kita bisa paham keterikatan secara emosional pada barang-barang seperti yang dirasakan Lauren. Tapi dia mengaku, setelah selesai di tahap ini, dia merasa jauh lebih menghargai apa yang dia miliki. Ini mirip dengan si Minimalist, gaya hidup ala Zen, sepupu satu kali Zero Waste.
Itu adalah cara-cara yang dilakukan oleh Lauren Singer, bukan cara satu-satunya tapi menurut RnC sebagai langkah awal untuk mencoba sudah cukup membantu.

Mungkin secara keseluruhan, Zero Waste memang terdengar seperti pilihan yang ekstrem. Tapi dengan adanya adaptasi-adaptasi yang dilakukan dengan melonggarkan beberapa bagian tertentu seperti pilihan yang ditawarkan Lauren sendiri, ketika dia membuka peluang bagi orang-orang yang tertarik untuk menjalani gaya hidup yang sama, namun terkendala di masalah mereka tidak punya cukup waktu untuk membuat produk mereka sendiri, dengan menjual produk buatannya dalam memenuhi tahap kedua di perjalanannya memulai Zero Waste Life, ke-ekstrem-an Zero Waste mungkin hanya butuh penyesuaian-penyesuaian. Ekstrem tidak selalu berarti tidak mungkin.

Begitulah cara Zero Waste menjalankan hidupnya. Banyak mendapat pengaruh dari Ayah dan Ibu, juga kakak-kakaknya membuat dia mampu menghadirkan sebuah pilihan lain. Sebuah pilihan yang tidak hanya butuh niat tapi juga tekad mengingat satu barang bisa dibungkus dua lapis: kemasannya lalu kantung plastik supaya mudah dibawa pulang, yang kalau dihitung setelah jadi sampah tidak akan cukup semua jari kaki dan tangan, kanan dan kiri semua orang didunia dijadikan alat hitungnya.

Jiwa Zero Waste bisa jadi seperti yang diungkapkan di sebuah video TED Talk dengan topik serupa yang dibawakan oleh Bea Johnson, mengatakan, “Zero Waste is not recycling more, but recycling less”.

RnC tetap percaya bahwa Recycling masih mampu menjadi solusi atas siklus sampah yang tidak sehat bagi lingkungan. Tujuan RnC pun masih sama: menyelamatkan bumi bukan hanya dengan mengulang-ulang slogan, tapi melakukan tindakan. Dengan Zero Waste, Recycle, Reduce, and Reuse, atau Handmade, bahkan Minimalist sekalipun, ketika tujuannya adalah menjaga lingkungan, berarti kita memperjuangkan hal yang sama.

Dimanapun kalian berada.


Peluk Hangat,
Recycle and Craft

May 02, 2017

Hasil Pelintir yang Mutakhir


Nemu gambar di Pinterest, dan tangan lincah Wana seketika terinspirasi untuk mencoba juga. Dibuat dari kaleng bekas ikan kaleng dan kantung plastik yang dipelintir-pelintir sampai ngantuk. Jadilah tempat pulpen untuk di meja kerja RnC yang mutakhir.

May 01, 2017

Merayakan bersama HI Fest

 HI Fest, adalah perayaan tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin. Pada perayaan HI Fest tahun 2017 ini, Recycle and Craft mendapat undangan untuk hadir sebagai gagasan alternatif yang menjadi tema perhelatan ini, Merayakan Gagasan Kreatif. Acara ini berlangsung selama dua hari, tanggal 26-27 April 2017 dan berlangsung di Pelataran Baruga A.P. Pettarani Universitas Hasanuddin.


Konsep acaranya menarik, panggung disediakan tidak hanya untuk pertunjukkan seni, seperti penampil grup musik dan teater. Beberapa pembicara bergiliran menyumbangkan kegelisahan dan inspirasi mereka. Senang rasanya berbagi pengalaman, dalam ruang dimana orang-orang memiliki visi yang sama tentang hal-hal alternatif. RnC juga mendapat giliran untuk menceritakan apa yang menjadi visi dan bagaimana RnC menemukan cara alternatif dalam apa yang menjadi nafas RnC: daur ulang, dan kerajinan tangan.

Sharing is caring, isn't it?


January 31, 2017

Ide untuk Menabung

upcycledtreasures.com

Menumpuk barang yang sudah tidak terpakai, memang terlihat seperti kegiatan yang sia-sia dan tidak perlu. Tapi kalau melibatkan imajinasi dan kreatifitas, barang yang tidak terpakai itu adalah harta karun yang belum menemukan jati diri yang lebih baik saja sebenarnya. Nah, sekarang RnC mau membagikan sebuah alasan, untuk mulai menumpuk-numpuk sesuatu.

Alasannya adalah: untuk menabung di Bank Sampah RnC.

Produk-produk yang dijual hampir selalu punya kemasan, terutama makanan dan minuman. Kemasan ini penting, karena berguna untuk menjaga kualitas makanan dan minuman di dalamnya. Sedangkan untuk benda-benda lain, kemasan ini biasanya untuk menghindari kerusakan-kerusakan benda di dalamnya. Jadi, ia diberikan pembungkus. Sebagai tampilan luar, beberapa brand bahkan sangat serius mengurus persoalan kemasan ini. Jadi beberapa kemasan, selain untuk fungsinya terhadap isi, juga kadang multifungsi atau punya ketahanan yang baik karena dibuat dengan bahan yang kuat.

Sayangnya wadah kemasan ini, kalau isinya sudah terpakai semua, ia jadi kehilangan fungsi.

Nah karena soal fungsi-fungsi inilah, RnC mau mengajak kalian untuk menabung di Bank Sampah. Kalian bisa menyerahkan sepenuhnya kegiatan mengubah takdir fungsi kemasan yang sudah kosong ini kepada RnC dengan mendaur ulangnya. Atau kalau kalian juga menyukai kegiatan craft dan daur ulang, kita bisa bersama-sama melakukannya. Tinggal hubungi RnC, mungkin kita bisa berakhir pekan membuat sesuatu bersama-sama.

Jadi, sekarang kalau telah selesai menggunakan isinya, jangan langsung buang kemasannya. Sisihkan di tempat tersendiri, tumpuk di tempat yang agak tersembunyi supaya tidak mengganggu pemandangan. Setelah cukup satu kilo atau lebih, bawa ke Bank Sampah RnC dan menabunglah. Kalian bisa mendapatkan uang sebagai gantinya, dan RnC akan dengan senang hati bermain bersama ide, imajinasi dan kreatifitas untuk menyulapnya menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar tumpukan kemasan tidak terpakai.

Seperti foto di awal post ini, bayangkan bisa menjadi apa saja jika ada 1 kilogram kaleng kosong di tangan RnC. Membayangkannya saja sudah membuat tidak sabar ingin segera mendaur ulang. Dan untuk kegiatan menyenangkan ini, RnC akan senang sekali kalau kalian terlibat dengan menjadi nasabah Bank Sampah RnC, dimana kalian juga akan mendapatkan tabungan dari apa yang kalian kumpulkan.

Ayo bergabung dan menabung, teman-teman.


Peluk hangat,
Recycle and Craft

January 30, 2017

Jadi Nasabah Yuk!

Halo, teman-teman.

Setelah kemarin sibuk mengurusi persiapan Bank Sampah dan mengadakan syukuran kecil-kecilan bersamaan dengan Launching Party, akhirnya Bank Sampah resmi memulai pergerakannya. Dan RnC akhirnya dengan senang hati bisa mengajak teman-teman semua untuk bergabung, dan menjadi teman perjalanan Bank Sampah. Berpartisipasi, mulai dari memberikan saran, ide, dan kritik yang sekiranya diperlukan.

Di postingan ini, RnC akan menjelaskan bagaimana cara kerja Bank Sampah.


Bank Sampah, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, adalah salah satu dari tiga project utama RnC, setelah Workshop dan Buy at RnC. Dengan membawa nama yang apa adanya, Bank Sampah memiliki tujuan sebagaimana ia dinamakan. Bank Sampah RnC adalah tempat dimana sampah-sampah tertentu ditukarkan dengan uang kepada nasabah. Jadi sederhananya, nasabah menjual sampah mereka ke Bank Sampah RnC, untuk dikelola lebih lanjut. Pengelolaannya, seperti yang selama ini teman-teman ketahui, yaitu dengan mendaur ulangnya sesuai kebutuhan dan jenis sampahnya.

Mari kita mulai membongkar cara kerja Bank Sampah dengan pertanyaan-pertanyaan.

1. Siapa saja yang boleh menjadi nasabah?

Untuk terlibat, walaupun Bank Sampah lebih ditujukan untuk lingkungan sekitar ia berlokasi, RnC tetap memberikan ruang kepada siapa saja yang ingin bergabung menjadi nasabah. Selama masih bedomisili di Kota Makassar.

2. Bagaiman cara menjadi nasabah?

Pertama-tama, yang bisa dilakukan untuk menjadi nasabah adalah dengan mendaftarkan diri. Ini dilakukan dengan cara mengunjungi lokasi Bank Sampah di Perumahan Citra Daya Permai (eks. Kodam 2) Jalan Torpedo 2, samping SMP 34 Daya.

Karena lokasi Bank Sampah ini adalah sekaligus juga rumah milik Ekbess, jadi disarankan jika ingin berkunjung, untuk mengontak di nomor WhatsApp RnC dulu, untuk berkabar atau meminta petunjuk jalan.

3. Sampah apa saja yang boleh ditabung?

Sampah basah dan sampah kering. Kemasan bekas seperti botol kaca, plastik, dan kaleng. Kantung plastik, kertas seperti kertas putih, koran dan kardus. Juga Tembaga, Besi dan Logam. Untuk sampah basah, itu seperti sisa makanan, sayur, dan kulit telur.


Selengkapnya mengenai detail sampah ini akan dijelaskan pada saat mendaftar menjadi nasabah nanti.

Atau download brosur Bank Sampah di sini.

4. Apa yang akan didapatkan nasabah dengan menabung di Bank Sampah RnC?

Lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dan uang, untuk setiap sampah yang ditabung. Uang ini bisa disimpan dulu (karena ini Bank, iyalah) dan diambil kapan saja teman teman nasabah inginkan. Tentu saja bisa diambil langsung juga di setiap kali transaksi.

5. Kenapa harga beli sampahnya berubah-ubah?   

Harga sampah yang ditabung si Bank Sampah bergantung pada nilai tukar rupiah. Nilai tukarnya diumumkan di lokasi Bank Sampah. Jika tidak sempat ke sana dan ingin tahu nilai tukar sebelum membawa sampahnya, jangan sungkan menghubungi kontak RnC untuk menanyakannya.


Jadi, mungkin sekarang ada alasan yang bagus untuk menonton atau membaca berita ekonomi terkait nilai tukar rupiah. Kalau nilai rupiah sedang tinggi, bawa semua sampah yang dikumpulkan ketika nilai tukar rupiah sedang turun.

6. Bank Sampah buka setiap hari?

Tidak, Bank Sampah beroprasi setiap hari Jumat dan Sabtu setiap minggunya, mulai jam 3 sampai jam 5 sore. Jadi hanya 4 jam selama seminggu. Kami mendukung gerakan bersih-bersih di akhir pekan, itu alasannya.

7. Seberapa banyak boleh membawa sampah untuk ditabung?

Semampu kalian, tentu saja. Tapi untuk memudahkan perhitungan, berat minimal adalah 1 kg untuk setiap jenis sampah. Jadi, disarankan untuk memisahkan sampah sesuai jenisnya. Bukan hanya sekedar memisahkan antara sampah basah dan sampah kering, tapi juga memisahkan sampai ke kategori sampah masing-masing.

Jadi botol plastik sebaiknya tidak digabung dengan jenis sampah lainnya dalam satu tempat untuk memudahkan di proses penimbangan.

8. Fasilitas apa saja yang didapatkan sebagai nasabah?

Buku tabungan super kece yang didesain oleh Ilustrator andalan RnC ini.


9. Akan diapakan sampah-sampah yang ditabung di RnC?

Sebagian, tentu saja akan didaur ulang, dan menjadi bahan untuk produk-produk di Buy at RnC. Dan sampah basah akan didaur ulang menjadi pupuk, menyesuaikan bahannya. Selebihnya lagi, akan dijual kembali, ini berlaku pada jenis-jenis sampah yang tidak bisa RnC daur ulang, seperti besi atau tembaga misalnya.

Well, sepertinya itu saja poin-poin penting untuk memulai peran dan keterlibatan kamu di Bank Sampah RnC. Selebihnya kalian bisa dapatkan di brosur yang bisa diakses di link pada poin nomor tiga di atas, atau boleh kamu minta kalau kita bertemu di workshop-workshop RnC atau ketika berkunjung ke lokasi.

*

Mewujudkan Bank Sampah ini bukan proses yang mudah, tapi RnC tidak akan pernah lupa tujuan dari apa yang selama ini dikerjakan. Karena itulah, walaupun urusannya panjang dan rumit, RnC tetap ingin nasabah mendapatkan kemudahan dalam keterlibatannya di Bank Sampah. Maka dari itu, RnC tidak akan memungut biaya apa-apa untuk pendaftaran. Siapa saja bisa mendaftar untuk menabungkan sampah mereka di sini.


RnC percaya, tindakan-tindakan kebaikan walaupun kecil, jika dilakukan bersama akan selalu berakhir pada hal-hal baik pula. Bagaimanapun juga, tempat tinggal kita saat ini memang merupakan warisan dari apa yang diserahkan kepada kita, sekaligus apa yang kita pinjam dari generasi mendatang. Kita tidak punya kendali atas apa yang diberikan dari masa lalu, begitu juga bagaimana orang-orang di masa depan mengurus Bumi ini setelah kita. Tapi untuk saat ini, kita bisa melakukan sesuatu yang tentu saja memiliki dampak.

RnC selalu senang bekerja dengan orang lain, karena melihat kepedulian yang sama adalah kebahagiaan, dan bukan sebaliknya.

Sampai bertemu di tabungan pertama dan seterusnya, Teman-teman Nasabah.

January 07, 2017

Re-solusi and Craft

Selamat tahun baru, teman-teman.

Betapapun absurdnya roller coaster 2016, sama seperti tahun-tahun yang sebelumnya, ia berakhir untuk menyerahkan kelanjutan hidup di Bumi ini pada tahun yang baru. RnC mengucapkan selamat kepada Bumi yang sudah menyelesaikan satu kali lagi putaran mengelilingi matahari, setelah triliunan kali melakukannya. Sebuah kebiasaan yang istimewa.

Tahun baru adalah saat yang paling menyenangkan untuk berteman baik dengan jurnal harian. Karena betapapun klisenya "tahun baru adalah saatnya membuat daftar resolusi", tetap saja menyenangkan untuk menuliskan pencapaian-pencapaian kecil setahun belakangan, dan melihat kembali mana yang belum selesai untuk dihentikan atau dilanjutkan. Menyetel ulang prioritas,seperti itu kira-kira.

RnC sendiri tidak begitu banyak mengubah prioritas. Masih sama seperti sebelumnya, kami hanya ingin fokus yang lebih untuk terus melakukan kesenangan ini. Detail prioritasnya saja yang berubah, bertambah atau berkurang.

Seminggu menjalani 2017, RnC mendapat beberapa kejutan-kejutan kecil. Dan RnC
lebih senang melihatnya dengan kacamata yang positif, bahwa tahun ini adalah tentang perubahan-perubahan signifikan. Karena kejutan, adalah bentuk ketidak-monoton-an yang harus selalu bisa diantisipasi dengan kesiapan.

Tentang kesiapan, tahun ini, resolusi RnC adalah launching Bank Sampah.

RnC tidak sabar untuk memulai project Bank Sampah ini, yang sudah diusahakan sejak pertengahan tahun lalu. Banyak prosedur yang harus dilewati, banyak tahapan yang harus dipenuhi. Kesemuanya itu, hanya menambah semangat RnC untuk menyelesaikannya, untuk bisa mewujudkannya segera. RnC tidak bisa berbohong, bahwa bahkan dengan bersemangatnya kami akan Bank Sampah, prosedur yang harus dilewati juga melelahkan. Padahal setelahnya, masih banyak lagi yang harus dikerjakan.

Semoga, semuanya lancar dan kita semua bisa merayakan launching Bank Sampah yang rencananya akan berlangsung bulan ini.

Kami sangat tidak sabar untuk menceritakan tentang project ini secara keseluruhan, agar kalian bisa mendapat gambaran yang jelas dan lengkap tentang apa dan bagaimana tujuan Bank Sampah. Supaya kalian bisa melibatkan diri. Tidak hanya di Bank Sampah, tapi Recycle and Craft secara keseluruhan. Jadi tentu saja workshop Recycle and Craft Day akan tetap ada, dan kami sudah menyusun format baru untuk menjalankannya.

Rencana-rencana tidak akan berjalan jika tidak dilakukan, dan sumber semangat untuk melakukan yang paling menyenangkan adalah dukungan dari kalian.

So 2017, we got a message for you:

Cute quote by Marc Johns
And... we can't wait for the good surprises too.



Peluk Hangat,
Recycle and Craft

November 13, 2016

Buy at RnC this November.

Halo!

Ini dia katalog Buy at RnC untuk bulan ini.


Album Foto dengan hard cover yang terbuat dari undangan bekas dibungkus kain perca.


Pocketbook dengan sampul anyaman dari majalah bekas.


Gantungan kunci dari tutup botol bekas dan kain perca.


Bros/ikat rambut dari kain perca.


Papan nama meja dari undangan bekas, kain perca, dan tutup botol kaca.

Cara pemesanannya di sini.



Selamat berbelanja,
Recycle and Craft

October 21, 2016

Belanja di RnC

Halo!

Setelah beberapa hari yang lalu kami mengabari bahwa sekarang sudah ada Buy at RnC, sekarang kami akan share bagaimana caranya melakukan pemesanan kalau ternyata ada yang kalian suka.

Sebelum itu, ada syarat dan ketentuan akan produk-produk yang dijual di RnC.
  • Produk yang diunggah hanya contoh.
Ini adalah yang terpenting untuk diketahui. RnC tidak bisa terlepas dari namanya, maka produk-produk yang kami jual, adalah produk hasil daur ulang. Karena itu, jika kalian melakukan pembelian produk, bisa saja yang kalian dapatkan tidak sama persis dengan contoh yang diunggah di katalog.

Misalnya, dicontoh adalah foto bros dari kain perca berwarna biru, bisa jadi yang kalian dapatkan adalah bros dengan model yang sama namun berbeda warna kain. Hal ini terjadi karena adanya penyesuaian dengan bahan baku daur ulang yang kami miliki. Tapi tentu saja, ini bisa dibicarakan, dan kita bisa bernegosiasi supaya kalian tetap puas dengan hasilnya.
  • Pemesanan minimal 1 minggu.
Sebelum kalian membutuhkan, kalau kalian hanya membeli satu item. Ini berhubungan dengan ketentuan lain, yang akan dibahas di poin selanjutnya.
  • Ada jumlah pemesanan maksimal.
Kalau jumlah minimalnya, ya sudah pasti satu buat kalian pakai sendiri. Nah, kalau jumlah maksimal ini, tergantung berapa banyak undangan yang kalian sebar untuk resepsi pernikahan. Iya, Buy at RnC melayani pemesanan souvenir pernikahan, atau acara-acara serupa yang membutuhkan bingkisan.

Nah, untuk pemesanan dengan jumlah maksimal ini, ketentuan untuk memesan 1 minggu sebelum itu tidak berlaku. Karena jumlahnya bertambah, kami pun butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan semuanya. Ada pepatah, you can’t rush perfection. Jadi hasil terbaik itu tidak bisa didapat dengan terburu-buru, apalagi banyak.

Nah, sekarang untuk pemesanannya.

Pemesanan bisa dilakukan lewat kontak kami yang bisa kalian temukan, di:

Email: recycleandcraft@gmail.com;
WA: +62 898 1826 694;
Sms/Telp: +62 822 7147 7023;
atau message kami lewat inbox Facebook, dan DM via Instagram @BuyatRnC.

Dan kalian tidak perlu melakukan pemesanan di semua kontak, pilih salah satu saja.



Selamat berbelanja,
Recycle and Craft